- Wabup MBD Minta Penjabat Kades Prioritaskan Kesejahteraan dan Transparansi
- Wisuda Unpatti di MBD Perkuat Komitmen Pembangunan SDM Daerah
- TMMD ke-128 Jadi Motor Pembangunan di Wilayah Terpencil MBD
- Sosialisasi Kepmen KP 89/2025, Kawasan Konservasi Wetar Barat Diperkuat
- Menuju Sang Saka Merah Putih, 88 Siswa MBD ikuti Seleksi Paskibraka 2026
- Bupati MBD Harap Usulan Daerah Terakomodasi dalam Musrenbang RKPD 2026
- Pemkab MBD dan Loka POM Perkuat Keamanan Pangan melalui Rapat Lintas Sektor
- Panen Perdana Padi Ladang di Desa Naumatang, Dorong Wetar Utara Jadi Lumbung Pangan MBD
- Bupati MBD Tekankan Dukungan Penuh OPD pada Pemeriksaan BPK RI
- Bupati MBD Hadiri Jalan Salib Jemaat GPM Tiakur, Tegaskan Penguatan Nilai Iman dan Toleransi
Hadiri Rakornas, Ketua TP-PKK Kabupaten MBD Komitmen Perkuat Peran Posyandu

Keterangan Gambar : Sumber : Humas
Tiakur, InfoPublik-Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kabupaten MBD, Rely Noach, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Posyandu 2025 di Jakarta, Senin (22).
Forum
yang diikuti Ketua TP Posyandu provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia ini,
bertujuan memperkuat kelembagaan Posyandu sebagai wadah pelayanan dasar
masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Rakornas
diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam
Negeri dengan tema “Penguatan Transformasi Posyandu sebagai Lembaga
Kemasyarakatan Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat”. Acara dibuka langsung
Ketua Tim Pembina Posyandu Pusat, Tri Suswati Karnavian.
Baca Lainnya :
- Bupati MBD Dorong Pantai Lawain Jadi Wisata Favorit0
- Sosialisasi Rumah Subsidi, Bupati MBD Dorong ASN Sukseskan Program Nasional0
- Gelar Kemba, Kajari MBD Ajak Pramuka Berani Berubah dan Mau Belajar0
- KKKS Gelar Kemah Bakti Pramuka Penggalang di Nyama0
- Wabup MBD Hadiri Evaluasi Pengawasan Pemilu Serentak 20240
Rely Noach mengatakan, hasil Rakornas Posyandu 2025 menjadi pijakan penting dalam memperkuat peran posyandu di daerah, termasuk di Kabupaten MBD.

“Rakornas ini memberikan banyak masukan tentang bagaimana posyandu bisa lebih adaptif dengan kebutuhan masyarakat saat ini, baik dari sisi pelayanan kesehatan, pendidikan keluarga hingga pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Menurut
Rely, persoalan stunting masih menjadi salah satu tantangan utama di Kabupaten
MBD yang harus diselesaikan secara kolaboratif. Posyandu memiliki peran vital
dalam deteksi dini, pendampingan gizi serta edukasi kepada orang tua.
“Di
Kabupaten MBD, kami terus mendorong agar posyandu tidak hanya menjadi tempat
pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga pusat edukasi keluarga. Misalnya, orang
tua bisa mendapatkan informasi seputar pola asuh, gizi seimbang, hingga
stimulasi tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Menteri
Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Penasehat TP Posyandu Pusat menyampaikan
arah kebijakan Kemendagri, dalam implementasi penyelenggaraan Posyandu terhadap
enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) guna mendukung program prioritas
Presiden.
Enam SPM tersebut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, permukiman serta ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

“Saat
ini cakupan Posyandu tidak hanya menitikberatkan pada aspek kesehatan dasar,
tapi meluas pada enam SPM ini. Hal ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan
dari urusan wajib pemerintah,” ungkap Tito.
Sementara itu, Ketua TP Posyandu Pusat, Tri Suswati Karnavian, menekankan pentingnya sinergi antara TP Posyandu di daerah dengan dinas pengampu SPM seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas PMD dan lainnya.










