- Sosialisasi Kepmen KP 89/2025, Kawasan Konservasi Wetar Barat Diperkuat
- Menuju Sang Saka Merah Putih, 88 Siswa MBD ikuti Seleksi Paskibraka 2026
- Bupati MBD Harap Usulan Daerah Terakomodasi dalam Musrenbang RKPD 2026
- Pemkab MBD dan Loka POM Perkuat Keamanan Pangan melalui Rapat Lintas Sektor
- Panen Perdana Padi Ladang di Desa Naumatang, Dorong Wetar Utara Jadi Lumbung Pangan MBD
- Bupati MBD Tekankan Dukungan Penuh OPD pada Pemeriksaan BPK RI
- Bupati MBD Hadiri Jalan Salib Jemaat GPM Tiakur, Tegaskan Penguatan Nilai Iman dan Toleransi
- Melalui Paripurna, DPRD MBD Tetapkan Rekomendasi Strategis atas LKPJ 2025
- Perkuat Pelayanan Publik, Bupati MBD Siap Implementasikan Rekomendasi DPRD
- Rakor Strategis Blok Masela, Pemkab MBD Tekankan Manfaat Bagi Masyarakat
Panen Perdana Padi Ladang di Desa Naumatang, Dorong Wetar Utara Jadi Lumbung Pangan MBD

Keterangan Gambar : Sumber : Humas
Tiakur, InfoPublik – Pemerintah Kecamatan Wetar
Utara bersama Pemerintah Desa Naumatang menggelar panen perdana padi ladang
bersama kelompok tani di Desa Naumatang, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan
ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang
terus didorong di wilayah tersebut.
Baca Lainnya :
- Bupati MBD Tekankan Dukungan Penuh OPD pada Pemeriksaan BPK RI0
- Bupati MBD Hadiri Jalan Salib Jemaat GPM Tiakur, Tegaskan Penguatan Nilai Iman dan Toleransi 0
- Melalui Paripurna, DPRD MBD Tetapkan Rekomendasi Strategis atas LKPJ 20250
- Perkuat Pelayanan Publik, Bupati MBD Siap Implementasikan Rekomendasi DPRD0
- Rakor Strategis Blok Masela, Pemkab MBD Tekankan Manfaat Bagi Masyarakat0
Panen perdana ini melibatkan empat kelompok tani yang telah dibentuk di Desa Naumatang, serta petani perorangan yang turut mengelola lahan pertanian. Selain padi, masyarakat juga memanen komoditas lain seperti jagung, kacang tanah, dan kacang hijau.

Camat
Wetar Utara, Marthen Davidz, mengatakan pembentukan kelompok tani menjadi
langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa.
“Kami
mengimbau agar semangat kerja dari kelompok tani dan masyarakat terus dijaga
dan ditingkatkan, sehingga Desa Naumatang memiliki ketahanan pangan yang kuat,”
ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan Desa Naumatang
diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu lumbung pangan di Kabupaten
Maluku Barat Daya (MBD), mengingat potensi sumber daya alam yang dimiliki cukup
besar, mulai dari lahan yang luas, ketersediaan sumber air yang baik, hingga
kondisi tanah yang subur.

Kegiatan panen turut dihadiri oleh Kapolsek
Wetar, Babinsa Desa Naumatang yang mewakili Danramil 1511-06 Wetar, Kepala
Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Wetar Utara, pendamping desa, Ketua TP-PKK
Kecamatan Wetar Utara, serta jajaran pemerintah kecamatan.
Camat mengapresiasi semangat dan kerja keras
masyarakat dalam mengelola lahan pertanian. Namun demikian, ia mengakui masih
terdapat sejumlah keterbatasan yang dihadapi petani di lapangan.
“Petani sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, antara lain penyediaan bibit padi, obat hama, pupuk, serta peralatan pertanian seperti traktor untuk pengolahan lahan dan alat pengolah padi,” ungkapnya.

Selain itu, kebutuhan akan infrastruktur
irigasi juga menjadi perhatian penting, guna memastikan keberlanjutan produksi
pertanian tanpa bergantung sepenuhnya pada curah hujan.
Sementara itu, komoditas perkebunan yang mulai
menunjukkan hasil positif di Desa Naumatang antara lain jambu mete dan kelapa,
yang turut menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.
Di sisi lain, penyuluh pertanian berharap ke
depan dapat dilakukan hilirisasi padi di Desa Naumatang, sehingga hasil
produksi tidak hanya berhenti pada panen, tetapi juga diolah menjadi produk
beras siap konsumsi. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi bergantung pada
pasokan beras dari luar daerah seperti Makassar.

“Ke depan, kita berharap Desa Naumatang mampu
melahirkan produk unggulan daerah berupa beras produksi lokal. Jika daerah lain
bisa menghadirkan merek beras seperti ‘Nona Kupang’, maka Maluku Barat Daya
juga memiliki potensi untuk menciptakan merek sendiri, seperti ‘Nara MBD’,”
ungkapnya.
Pemerintah kecamatan berharap dukungan dari Pemerintah Daerah dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam mendorong perluasan lahan garapan, penguatan sarana prasarana, serta pengembangan hilirisasi produk pertanian. Dengan demikian, kesejahteraan petani dapat meningkat sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian pangan daerah yang berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.









